Sunday, February 12, 2012

5 Cara Salah Mendidik Anak


Ghiboo.com - Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).
Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.

Semoga berhasil!

Monday, February 6, 2012

Benda-benda yang Wajib Diganti Berkala untuk Kesehatan Kulit




Kulit sebagai bagian paling luar tubuh kerap bersentuhan dengan banyak hal. Jika tidak selalu dijaga kebersihannya, kulit mudah terserang penyakit atau menjadi jalan masuk kuman masuk ke tubuh. Maka dari itu, gantilah secara berkala benda-benda berikut ini:

Handuk 
Ketika mengeringkan badan usai mandi, sel kulit mati ikut terseka dan beberapa menempel di serat kain handuk. Pada saat mengeringkan tubuh pula handuk menjadi lembap. Kombinasi antara sisa kulit mati dan kelembapan handuk menjadi tempat yang menarik bagi kuman dan bakteri untuk bersarang. 

Handuk sebaiknya diganti seminggu dua kali (atau paling tidak seminggu sekali) jika Anda rajin menjemurnya di tempat panas usai digunakan. Semakin lama dibiarkan, maka semakin besar potensi kuman dan bakteri yang bersarang. Jangan lupa selalu jemur handuk di tempat yang terkena sinar matahari untuk mengurangi pertumbuhan kuman dan bakteri. 

Seprai 
Coba ingat-ingat kembali kebiasaan Anda; apakah sesampainya di rumah Anda langsung bersantai di tempat tidur sebelum berganti pakaian? Bayangkan berapa banyak kuman menempel dari sepanjang perjalanan Anda yang pindah ke seprai. 

Sebaiknya bersihkan tubuh dan ganti baju sebelum Anda naik ke tempat tidur. Hal ini bisa membantu tempat tidur Anda lebih bersih dari kuman serta kotoran penyebab penyakit. Untuk Anda yang memiliki kebiasaan membersihkan diri sebelum naik ke tempat tidur, setidaknya ganti seprai Anda satu minggu sekali untuk menjaga kebersihan. 

Namun, jika Anda tipe yang memanfaatkan tempat tidur sebagai tempat segala aktivitas seperti makan, menonton film, dan kegiatan lainnya sebaiknya ganti seprai Anda 2-3 kali seminggu. Sisa makanan yang mungkin tercecer di seprai merupakan undangan yang menarik bagi binatang-binatang kecil mulai dari semut sampai kecoa. Bukan tak mungkin, binatang kecil ini memutuskan untuk bergerilya ke tempat tidur pada malam hari, saat Anda terlelap. Usahakan bersihkan seprai dengan sapu lidi atau mengibasnya sebelum kembali digunakan untuk tidur setiap malam. 

Jika sedang flu atau sakit, sarung bantal sebaiknya diganti setiap hari untuk menjaga kebersihan. Jika ada noda karena tumpahan cairan atau karena menstruasi sebaiknya segera ganti seprai Anda untuk menghindari tumbuhnya bakteri, kuman, serta binatang kecil yang bisa menyerang kulit. Penumpukan binatang kecil seperti kutu yang bersarang di tempat tidur dan bantal merupakan pemicu utama terjadinya iritasi, alergi pada kulit serta penyakit asma. 
 
Spons bedak 
Spons bedak paling sering bersentuhan dengan kulit wajah — yang merupakan salah satu bagian kulit tubuh yang paling sensitif. Idealnya 2-3 minggu sekali spons bedak Anda harus diganti. Selain itu, spons bedak wajib dicuci setiap hari dengan air hangat untuk mematikan kuman-kuman yang mungkin bersarang. 

Usahakan selalu simpan spons bedak di tempat yang tertutup untuk menghindari masuknya bakteri. Salah satu cara mencuci spons yang disarankan adalah merendamnya dengan air hangat lalu dibilas. Jika memungkinkan, spons yang masih basah dimasukkan selama 30 detik ke dalam microwave dengan panas sedang untuk membantu membunuh kuman. 

Kuas make-up 
Untuk menjaga kesehatan kulit, kuas make-up wajib dibersihkan seminggu sekali. Terutama jika dipakai tiap hari. Gunakan shampo dan air hangat untuk membersihkannya. Setelah dikeringkan, simpan di tas make-up yang bersih. Kuas make-up berkualitas bagus bisa digunakan sampai satu tahun atau bahkan lebih. Jika bulu kuas mulai rontok atau bentuknya mulai berubah, itulah saatnya Anda membeli kuas yang baru. Memakai kuas yang rusak bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan jerawat pada kulit wajah. 

Sikat gigi 
Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 bulan sekali. Sikat gigi yang rusak tidak lagi efektif untuk membersihkan gigi dan justru bisa merusak kulit bibir. Jika Anda memiliki penyakit pada gusi atau mulut sebaiknya ganti sikat gigi paling tidak satu bulan sekali untuk mencegah kuman berkembang biak. Selain itu, sebaiknya cuci sikat gigi Anda dengan air hangat atau ganti dengan yang baru setiap Anda selesai sakit flu, batuk, atau penyakit lainnya.

Hati-hati Konsumsi Garam, Bisa Picu Kanker Lambung

Garam
REPUBLIKA.CO.ID, Hobi menyantap makanan asin? Hati-hati. Ada risiko kesehatan yang mengintai: kanker lambung. Dr Zubairi Djoerban, ahli penyakit dalam dan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, mewanti-wanti agar mewaspadai bahaya konsumsi garam yang berlebihan.
Dalam satu konsultasi, Zubairi mengungkapkan sejumlah faktor yang dapat memicu kehadiran penyakit mengerikan seperti kanker lambung ini.  Dia merinci, ada sejumlah pemicu kanker lambung antara lain infeksi bakteri Helicobacter pylori, usia lanjut, laki-laki lebih banyak, merokok, serta minum alkohol. Selain itu, ada pula faktor jarang makan buah dan sayuran, sering mengonsumsi makanan yang diasinkan, diasap, atau yang diawetkan. Beberapa penyakit lambung juga merupakan faktor risiko, misalnya gastritis atrofik (lambung mengecil), metaplasia usus (perubahan sel usus), polip lambung, dan gastritis hipertofik tipe tertentu (lambung membesar sekali).
Sebagian dari faktor-faktor tersebut, kata Zubairi, memang tidak bisa dicegah, tidak bisa diintervensi, misalnya usia lanjut dan jenis kelamin laki-laki. Beberapa kelainan lambung yang sudah ada sebelumnya juga tentu tidak bisa dihilangkan. Namun, gaya hidup dan diet tentu bisa diperbaiki.
Nah, kalau untuk urusan garam, kita bisa belajar dari Jepang. Rupanya, orang Jepang dengan kebiasaan makannya yang khas, membuat mereka mengonsumsi garam dalam jumlah yang lumayan tinggi yakni 13,5 gram (lebih dari satu sendok makan) setiap hari. Bandingkan dengan penduduk Amerika yang rata-rata hanya mengonsumsi 8,6 gram setiap hari. Nah, beberapa tahun terakhir ini, konsumsi garam rata-rata penduduk Jepang menurun sampai menjadi 11,4 gram setiap hari. Hasil upaya menurunkan konsumsi garam ini dianggap sebagai keberhasilan paling penting di Jepang.
Belajar dari Jepang, ada baiknya mulai dari sekarang kita kurangi juga konsumsi makanan yang mengandung garam. Teri asin dan ikan yang diawetkan dengan diasinkan memang enak di lidah, tetapi makanan ini racun untuk lambung dan dapat mengakibatkan kanker lambung.
Upaya yang kedua adalah mengurangi kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok rakyat Jepang termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia. Selama dua dasawarsa terakhir, jumlah perokok turun 25 persen. Upaya ketiga adalah meningkatkan kebiasaan makan sayur dan buah.

Tiga Rahasia Perut Ramping, Coba Deh

Alpukat
REPUBLIKA.CO.ID, Punya perut ramping dan rata sekarang bukan lagi sekadar mimpi indah. Jadi, untuk Anda yang berniat meratakan perut, ada tiga hal yang bisa membantu. Syaratnya, lakukan secara optimal dan pastikan perut ramping menjadi milik Anda.
Pilih makanan yang tepatPilih makanan yang sehat dan kaya dengan lemak baik
Santaplah alpukat. Lemak baik dalam buah ini akan membantu menyingkirkan lemak dari perut Anda.

Makan cokelat. Carilah cokelat yang mengandung 70 persen kakao untuk hasil yang maksimal

Jangan lupakan almond. Dalam satu studi terungkap, para pelaku diet yang menyantap satu genggam almond setiap hari dapat menghilang sekitar 18 persen lemak perut.
Pakailah baju yang menunjang
Agar motivasi makin kuat, cobalah sejumlah baju yang berukuran lebih kecil. Jika Anda mengenakan busana Muslim, tentu saja, pakaian seperti ini hanya bisa dikenakan saat berada di rumah. Namun, jadikan baju kecil ini sebagai motivasi kuat untuk merampingkan perut.
Atau, bisa juga memakai baju dengan motif vertikal yang terlihat dapat merampingkan tubuh dengan salur hitam di bagian pinggang.
Olahraga
Pilihlah gerakan-gerakan yang dapat merampingkan perut. Untuk itu, cobalah tanyakan pada para ahlinya.

Hamil Usia Tua Resiko Anak Autis

Hamil Usia Tua Resiko Anak Autis
Ghiboo.com - Hamil saat usia kedua orangtua tak muda lagi tak hanya membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan. Penelitian terbaru menemukan usia kedua orangtua juga mempengaruhi kesehatan sang buah hati.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam journal Annals of Epidemiology menemukan anak lebih cenderung memiliki risiko autisme jika ayah dan ibu yang berusia 35 tahun keatas pada saat pembuahan.
Menurut peneliti dari Denmark yang bekerja bersama peneliti dari Cambridge University menunjukkan risiko tersebut mencapai 27 persen lebih tinggi dibandingkan pasangan yang lebih muda. Jika kedua orangtua berusia 30 tahunan, risiko tidak meningkat meskipun salah satu orangtua lebih tua.
Namun, jika salah satu orangtua berusia 35-40 tahun, risiko autisme lebih besar terjadi pada ibu usia tua (65 persen) dibandingkan ayah (44 persen).
Peneliti menganalisis 1,3 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980-2003. Dari jumlah tersebut, sekitar 9.556 anak didiagnosis menderita gangguan pada spektrum autis oleh psikiater setelah dirujuk untuk melakukan pengobatan. Termasuk sindrom Asperger dan gangguan lainnya.
Profesor Erik Thorlund dari University of Aarthus di Denmar mengungkapkan mutasi dalam sperma dapat meningkatkan risiko autisme dan mutasi baru dalam sel telur meningkatkan risiko autisme.
"Bila mutasi terjadi di keduanya, maka pasangan berisiko tinggi memiliki anak autisme dibandingkan pasangan yang hanya memiliki satu mutasi tertentu," ungkap Prof. Thorlund, yang dikutip melalui Dailymail, Senin (6/2).
Meskipun penelitian ini menunjukkan usia orangtua memainkan peran, namun diperlukan penjelasan lebih lanjut. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia orangtua dengan autisme pada anak, namun diperlukan penelitian lebih lanjut. Kita hanya tahu sedikit rantai biologis yang menimbulkan autisme," tambah Hattersley Caroline dari The National Autistic Society.

Hamil? Ini Dia 15 Gejala Anda Mengandung (1)

Hamil. Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, Anda merasa mengalami gejala kehamilan. Namun, belum sempat mengunjungi dokter kandungan. Coba simak gejala berikut, bila seluruhnya dirasakan oleh Anda saat ini, kemungkinan besar Anda memang sedang mengandung. Berikut gejalanya:
Gampang terengah-engah
Jika Anda mudah terengah-engah saat naik tangga, padahal biasanya tidak, ada kemungkinan Anda sedang hamil. Janin memang membutuhkan oksigen. Alhasil, Anda pun kerap kehabisan napas. Harap maklum, ini akan terjadi sepanjang masa kehamilan. Terlebih ketika bayi dalam kandungan mulai menekan paru-paru dan diafragma.
Payudara membesar
Tanda-tanda payudara yang membesar, daerah areola yang menghitam, dan terlihat lebih banyak pembuluh darah di dada menjadi tanda awal kehamilan. Kenakan bra yang tepat untuk mengurangi ketaknyamanan.
Mudah lelah
Jika Anda merasa gampang sekali lelah, bisa jadi ini pertanda adanya peningkatan hormon dalam tubuh. Untuk sebagian besar perempuan, kelelahan bisa berlangsung selama trimester pertama. Namun, ada juga yang mengalami hingga trimester kedua.
Mual
Sebagian besar perempuan hamil mengalami mual di pagi hari. Bahkan, mereka mengalami ini hingga enam pekan. Ada pula yang mengalami tidak hanya pagi, tetapi juga sore dan malam hari. Untuk mengurangi rasa mual, biasakan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit dalam porsi kecil tapi sering.
Kerap buang air kecil
Jika tiba-tiba selalu merasa ingin buang air kecil di malam hari, siap-siap, inilah tanda lain kehamilan. Selama hamil, tubuh akan memproduksi banyak cairan  yang nantinya akan memenuhi kandung kemih.

Friday, February 3, 2012

Ingin Bayi Anda Tumbuh Cerdas, Konsumsilah Ikan


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ibu hamil yang banyak makan ikan memiliki kemungkinan lebih besar memiliki anak cerdas dan pandai bergaul. Suatu penelitian yang dibiayai Uni Eropa mengemukakan ibu hamil yang banyak makan tuna, sarden dan salmon akan melahirkan bayi yang punya kemampuan bagus dalam berbagai tes keterampilan dan kecerdasan.
Para peneliti Spanyol memeriksa dua ribu perempuan pada kehamilan pekan ke-20 dan setelah mereka melahirkan. Para ibu itu ditanyai soal makanan dan mereka menjalani tes darah untuk mengetahui tingkat omega-3 dan omega-6.
Bayi mereka dites kecerdasan verbal dan keterampilan motorik serta kemampuan bersosialisasi.
 Ternyata, ibu yang mengkonsumsi ikan-ikan tersebut saat hamil, punya anak yang nilai tesnya tinggi.
Para peneliti dari University of Granada menyimpulkan bahwa Omega-3 membantu perkembangan otak dan mata janin. Hasil penelitian yang dimuat American Journal of Clinical Nutrition juga mengemukakan Omega-3 mengandung DHA yang merupakan komponen utama sel otak dan membran.
"Jumlah DHA yang dikirimkan ke janin lewat plasenta mungkin merupakan hal sangat penting dalam perkembangan janin," ungkap penelitian tersebut.
Namun, penelitian itu juga menyimpulkan bahwa terlalu banyak makan ikan-ikan tersebut juga dapat memberi dampak buruk pada perkembangan bayi. Menurut para ahli, sangat penting bagi calon ibu untuk menyeimbangkan makanan jika mereka ingin memperbanyak asupan Omega-3.